Kampung Literasi Edukasi Budaya Topeng Malangan Desa Permanu

0
124

RINGKASAN

Kampung literasi dan edukasi budaya Dusun Lowok Desa Permanu Kecamatan Pakisaji merupakan kampung yang sebagian besar penduduknya adalah pelaku seni topeng, mulai dari pemahat, penabuh karawitan dan penari. Mereka berkesenian secara rutin. Potensi ini dimanfaatkan menjadi wisata edukasi budaya. Manfaatnya, mendongkrak perekonomian, semakin kuatnya edukasi budaya masyarakat.

LATAR BELAKANG

  1. Desa Permanu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang memiliki 4 (empat) wilayah Pedukuhan, yaitu : Dukuh Permanu, Dukuh Lowok, Dukuh Blau dan Dukuh Tunggul. Desa Permanu juga dilalui oleh 2 buah sungai, yaitu Kali Babar dan Kali Gesang.
  2. Aktifitas kesenian di Desa Permanu cukup tinggi dan beragam, mulai dari Kuda Lumping, Pencak Dor, Bantengan, Ludruk dan yang paling menonjol adalah kesenian Topeng Malangan.
  3. Memiliki sumberdaya daya manusia yang cukup untuk membangun dan mengembangkan potensi-potensi di bidang kesenian, terutama kesenian wayang topeng atau topeng malangan.
  4. Masyarakat umum dan akademisi menjadikan Dusun lowok sebagai literatur dalam aktifitas berkesenian maupun dalam kepentingan-kepentingan pengembangan akademik kebudayaan.

INOVASI

Perubahan aktifitas rutin berkesenian masyarakat menjadi aktivitas wisata edukasi budaya yang mampu mendorong kreatifitas masyarakat dan berdampak pada meningkatnya sumber pendapatan perkonomian masyarakat, sekaligus mampu mengedukasi masyarakat,terutama kaum muda untuk berkegiatan dan berfikir positif.

PROSES

  1. Ide kampung literasi budaya Topeng Malangan dicetuskan oleh POKDARWIS desa Permanu, yang dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas tamu dari luar Desa dan manca negara untuk mencari literasi tentang topeng serta belajar membuat topeng yang bagus dan benar.
  2. Pencanangan Kampung Literasi dan Edukasi Budaya Dusun Lowok Desa Permanu dilakukan pada saat Sosialisasi MUSDES Perencanaan Pembangunan desa tahun 2018.
  3. Masuknya rencana pembangunan gedung keseniandalam RKPDES dan APBDS tahun anggara 2018.
  4. POKDARWIS menyusun perencanaan Program dan jadwal berkaitan dengan agenda-agenda yang akan dilaksanakan di Kampung edukasi budaya.
  5. POKDARWIS melakukan mengembangkan kapasitas masyarakat tertama para kaum muda untuk siap menjadi tuan rumah Kampung Literasi dan edukasi Budaya
  6. POKDARWIS bertanggung jawab melakukan pengkondisian masyarakat, dengan cara berkoordinasi dengan para tokoh budaya, tokoh masyarakat, RT/RW, tokoh Pemuda, agar memiliki stau pandangan tentang program kampung literasi dan kebudayaan ini.
  7. Kampung literasi edukasi budaya telah berjalan sesuai jadwal: latihan rutin menari, mengukir topeng, mengrawit.
  8. Diselenggarakan diskusi budaya setiap dua bulan sekali dengan narasumber dari akademisi dan para tokoh kebudayaan Malang Raya.

Pembelajaran

Dengan adanya Kampung literasi dan Edukasi budaya ini selain mampu meningkatkan kreatifitas masyarakat terutama kaum muda, proses ini juga berdampak pada meningkatkatnya aktifitas perekonomian masyarakat.

Rekomendasi

  1. Perlu perencanaan lebih sistematis lagi bukan hanya berhenti pada masalah topeng namun juga perlu digali potensi desa yang lain
  2. Perlu ditingkatkanya Pengembangan Kapasitas Masyarakat sehingga mampu mempercepat proses berkembangnya Kampung Literasi dan Edukasi budaya ini

PENDANAAN

Dana DesaTahun Anggaran 2019

Contak Informasi

M. Syafi’i  +62 852-5946-4829

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here