KRPL Organik Plus Kelompok Wanita Tani “ANGGREK”

0
363

Latar Belakang

Pada zaman sekarang ini hampir semua tanaman menggunakan pupuk kimia dan residu yang bila mengendap dalam tubuh kita dalam jumlah yang lebih banyak, akan sangat mengganggu kesehatan  tubuh kita, bisa juga mengakibatkan tumbuhnya berbagai penyakit yang berbahaya.Seperti tumor, kanker dan lain-lain. Terlebih lagi jika sayuran tersebut dikonsumsi oleh anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.

Inovasi

Penguatan Kawasan Rumah Pangan Lestari untuk peningkatan ekonomi dan kesehatan.

Proses

Berawal dari keinginan untuk mengkonsumsi sayur yang sehat dan aman, maka Kelompok Wanita Tani “Anggrek” yang beranggotakan 12 orang dan didukung sepenuhnya oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang memiliki ide untuk menanam sayur tanpa pupuk kimia dan tanpa pestisida melalui program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari)

Kami sengaja memanfaatkan lahan pekarangan disamping untuk menambah pendapatan ibu-ibu, yang selama ini tidak ditanami, juga untuk menghindari cemaran residu.

Awalnya penjualan dari hasil panen sayur organik hanya dijual kepada tukang sayur keliling disekitar dengan harga murah, Karena mereka di desa belum bisa membedakan antara sayur organik dan sayur konvensional. Lalu dicoba membawa hasil panen tersebut  acara paguyupan kelompok di kota dan ternyata hasilnya sangat luar biasa, laku banyak dan dengan harga yang lebih bagus, karena masyarakat kota lebih memahami tentang sayur sehat sayur organik .

Kemudian dicoba lagi untuk dibawa ke Dinas Ketahanan Pangan dan bersyukur hasilnya dapat diterima dengan baik,dan kemudian kami diberikan pelatihan tentang cara menanam sayur organik yang baik dan benar. Berkah juga bagi kami, karena kami diperkenalkan dengan distributor khusus sayur organik.

Selanjutnya di bulan Agustus 2015, KWT Anggrek mulai program tanam sayur organik pesanan pabrik bubur bayi “BEBI CARE” Surabaya dan swalayan di Surabaya.

Proses penanaman sayur organik sebenarnya sangat mudah. Hanya diperlukan kejujuran dan ketelatenan, yang paling penting kita bisa memahami bagaimana lahan yang akan ditanami, pupuk yang digunakan dan pestisida semuanya menggunakan bahan alami. Untuk itu pupuk yang kami gunakan adalah dari limbah dari kelinci, limbah padat (feses) jadi pupuk organik sedangkan urin nya jadi POC (Pupuk Organik Cair).Kebetulan kami juga beternak kelinci, sehingga limbah urin kelinci bisa kami manfaatkan untuk pupuk tanaman sayur organik ini.

Proses pembuatan POC, urin kelinci difermentasi dulu dengan bahan yang lain, dalam jangka waktu tertentu. Demikian juga feses kelinci atau pupuk keringnya.

Kami KWT Anggrek dalam penyediaan pupuk dan pestisida bisa membuat sendiri tanpa harus membeli, bahkan kami juga produksi pupuk organik untuk dijual dikalangan sendiri.

 

Rekomendasi

Hal-hal yang paling sulit dalam penanaman pupuk organik itu sebenarnya pada pasca panennya, karena harus memenuhi standard kwalitas dan kwantitas penjualan ke distributor. Untuk biaya yang dikeluarkan 1 kali penanamannya 4500/kg, hasil yang didapat minimal 8500/kg, dengan kalkulasi yang demikian maka hasilnya sangat menjanjikan.

Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap sayur organik, maka kami membutuhkan plasma-plasma atau KWT yang lain untuk bekerjasama dengan kami KWT Anggrek dalam penanaman sayur organic untuk memenuhi permintaan pasar.

Dengan demikian, diharapkan untuk KWT yang ada di kecamatan kami bisa bekerjasama dalam penanaman sayur organik, sehingga nantinya bisa menjadi sentra sayur organik.

“Mari Hidup Sehat dan Aman dengan Konsumsi Sayur Organik”

Kontak Person :

TPID KEC. PAGELARAN :

FUAD ALI (082 264 768 575)

RINIK (082338121488)

PUJI A. (081 233 653 877)

DS. PAGELARAN – KEC. PAGELARAN

KAB. MALANG – PROV. JAWA TIMUR

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here