Jamu Gendong : Dari Botol Besar Beralih ke Kemasan Kekinian

0
195

Ringkasan

Jamu gendong Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, secara nasional telah diakui. Pernah menyabet juara harapan 2 tingkat nasional dan juara 1 tingkat provinsi Jawa Timur, di dalam daerah berbanding terbalik.

Ketenaran jamu gendong Karangrejo belum mampu membuat anggota di Paguyuban Jamu Gendong Kartini yang berjumlah 150 orang ibu-ibu, terangkat secara ekonominya. Di sisi lain sebagai desa jamu yang telah cukup terkenal sejak lama, belum memberikan dampak yang terlihat sampai saat ini.

Kondisi inilah yang akhirnya membuat Pemdes Karangrejo beserta Paguyuban Jamu menggandeng pihak kampus untuk mendongkrak produk khas desa berupa jamu gendong yang secara kemasan masih sangat tradisional. Yaitu dengan medium botol-botol besar yang digendong oleh para penjual jamu untuk dijual.

Perubahan kemasan jamu tanpa menghilangkan kekhasan rasa jamu berbahan alami inilah yang kini sedang terus dikuatkan dan dimassifkan oleh Paguyuban Jamu Gendong Kartini Desa Karangrejo.

Latar Belakang

Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, sejak dahulu terkenal dengan produk jamu gendongnya. Minuman menyehatkan dengan harga terjangkau yang lahir dari kearifan lokal sejak turun temurun. Walau kini, begitu banyak produk minuman yang menawarkan berbagai khasiat untuk kebugaran tubuh, jamu tetap menjadi primadona di berbagai daerah.

Khasiat jamu untuk kesehatan inilah yang membuat masyarakat di Desa Karangrejo sampai kini, tetap melestarikan kuliner tradisional ini. Bahkan, bagi sebagian masyarakat, jamu bukan sekedar minuman saja. Tapi telah menjadi bagian kehidupan mereka. Contohnya adalah di Paguyuban jamu gendong Kartini yang berjumlah 150 orang ibu-ibu. Ratusan para ibu ini bergantung dari produk jamu yang mereka produksi secara manual dan tradisional sampai saat ini.

Rentang waktu bertahun-tahun bergelut dengan jamu di Desa Karangrejo, ternyata belum begitu membuat produk ini moncer. Baik secara ekonomi maupun branding jamunya di dalam maupun di luar daerah. Bahkan dengan potensi yang luar biasanya tersebut, desa Karangrejo pun belum mampu menjadikan jamu gendongnya sebagai ciri khas yang melekat dan bisa menjadi bagian dalam pengembangan desa wisata kuliner berbasis tradisi.

Padahal cita rasa dan khasiat jamu gendong Desa Karangrejo pernah menjadi juara harapan 2 tingkat nasional dan juara 1 tingkat provinsi Jawa Timur. Kondisi inilah yang membuat Pemerintah Desa Karangrejo dan Paguyuban Jamu gendong mulai melakukan berbagai inovasi jamunya mengikuti perkembangan zaman saat ini.

Inovasi

Inovasi yang telah dilakukan oleh Paguyuban Jamu Gendong Kartini adalah mengubah kemasan jamu dari botol-botol besar menjadi botol kecil yang mudah di bawa kemana-mana oleh pembeli. Selain itu kemasan jamu juga mulai dikemas secara kekinian mengikuti selera pasar saat ini. Inovasi lainnya adalah dengan mengembangkan sentra penjualan jamu secara permanen dalam menguatkan Karangrejo sebagai desa jamu tradisional yang khasiatnya telah lama teruji.

Proses

  • Berawal dari sejarah turun temurun sebagai sentra jamu gendong sampai saat ini. Jamu tradisional ini juga sebagai mata pencaharian masyarakat desa.
  • Secara rasa dan khasiat jamu gendong Karangrejo yang seluruhnya berbahan dasar tumbuhan alam tanpa campuran kimiawi telah diakui ditingkat pusat, provinsi Jatim dan kabupaten Malang.
  • Berbagai keunggulan tersebut tidak diikuti dengan inovasi penjualan oleh Paguyuban Jamu Gendong Kartini.
  • Dari berbagai hambatan, paguyuban memiliki acara arisan dan musyawarah rutin setiap bulannya. kegiatan ini dijadikan medium untuk membahas berbagai kendala penjualan dan mendongkrak jamu gendong Karangrejo.
  • Pemerintah Desa mulai ikut masuk dan mengundang berbagai kalangan, khususnya dari unsur kampus untuk melakukan penelitian dan peningkatan kapasitas paguyuban jamu.
  • Pelatihan mulai rutin dilakukan walaupun setiap tahun dengan fasiliasi Pemdes melalui Dana Desa.
  • Dari hasil penelitian dan pelatihan dari kampus dihasilkan berbagai inovasi. Khususnya untuk packaging (kemasan) jamu dengan pola dan bentuk yang kekinian disesuaikan dengan perkembangan zaman.
  • Kini produk-produk jamu siap minum sudah dengan kemasan botol kecil yang mudah dibawa kemana-kemana oleh pembeli. Produk jamu kering pun sudah dikemas dengan cara menarik dan efisien.
  • Paguyuban jamu gendong terus ditingkatkan kapasitasnya oleh Pemdes Karangrejo dengan berbagai inovasi lainnya, yaitu jamu bisa tahan lama tanpa bahan pengawet.

Hasil/Capaian

  • Paguyuban jamu gendong telah memiliki kemasan jamu yang praktis serta lebih memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibanding dengan kemasan lama.
  • Meningkatnya kesadaran atas kemasan produk di Paguyuban jamu gendong.

Pembelajaran

  • Pemdes Karangrejo lebih sadar atas potensi ekonomi serta ciri khas yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakatnya.
  • Pelibatan berbagai unsur untuk meningkatkan nilai tawar produk asli desa menjadi agenda tahunan Pemdes yang dimasukkan dalam RKPDesa dan APBDesa.
  • Kesadaran adanya unit usaha desa berupa BUMDesa dalam menguatkan potensi yang ada.

Rekomendasi

  • Pembentukan BUMDesa untuk mensinergikan berbagai produk jamu gendong dengan produk lain berbasis tumbuhan alam.
  • Perbanyak pelatihan inovasi lainnya serta memulai pembentukan desa wisata kuliner berbasis tradisi.
  • Memulai bahan-bahan jamu untuk dikembangkan di warga sekitar

Pelaku

Paguyuban Jamu Gendong Kartini dan Pemdes karangrejo

Pendanaan

Swadaya Paguyuban dan Dana Desa

Kontak

Tiasri – 081235867325

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here