Karya Seni Batang Bambu, Inovasi untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Bambu

0
344

Latar Belakang:

Desa Girimulyo, Kecamatan Gedangan banyak menghasilkan bambu. Potensi ini selama ini hanya diproduksi untuk tusuk sate, dan anyaman untuk dinding bambu atau tempeh (Bahasa Jawa).

Ridwan Yusandika, pemuda desa ini, memiliki inovasi untuk meningkatkan nilai ekonomi bambu, dengan mengolahnya menjadikan miniatur kapal atau perhu layar, dan rumah adat. Inovasi ini, menjadikan harga jual bambu lebih bernilai.

Inovasi:

Pendayagunaan batang bambu menjadi karya seni miniatur, untuk menambah nilai ekonomi bambu.

Proses:

* Persiapan bahan, batang bambu.

* Menyiapkan desain produk bentuk-bentuk miniatur, seperti perahu, rumah adat, dll.

* Mengolah bambu menjadi miniatur sesuai desain.

* Pemasaran melalui pameran dengan harga ratusan sampai jutaan rupiah.

Pembelajaran:

* Peningkatan kreatifitas masyarakat mengolah potensi lokal menjadi karya seni kreatif.

* Setiap potensi desa dapat ditingkatkan nilai guna dan nilai ekonominya.

Hasil:

* Karya seni miniatur berbahan bambu.

* Peningkatan ekonomi masyarakat dan kreator.

* Wadah pembelajaran menciptakan kreasi untuk kerajinan berbahan bambu.

Rekomendasi:

Peningkatan menjadi unit usaha desa, seperti pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kontak:

@TPID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here