Mina Padi pada Lahan Tadah Hujan

0
208

Ringkasan

Mayoritas  penduduk Kalipare  berkerja  di bidang  Pertanian  tercatat di profil desa penggunaan lahan  untuk  padi  sawah sebanyak 43 ha dan ladang kering  sebesar  174  ha. Untuk  lahan  perkebunan seperti kopi, coklat, kelapa dan  tebu  sebesar  74  ha. Dan  sedangkan masyarakat  yang  bekerja dalam  pertanian  dan perkebuan  mencapai 5.905  jiwa  dari  jumlah penduduk  6.811  jiwa.

Kalipare  memiliki  bentuk lahan  karst  (grup  krast), merupakan  Landform yang  di  dominasi  oleh bahan  batua  gamping. Sehingga  memiliki keadaan morfologi daerah yang  tidak  teratur.  Pada landform  seperti  ini menjadikan  Kalipare memiliki  sungai  –  sungai permukaan  hilang  dan terputus  kedalam  tanah, hal  tersebut  menjadikan sebagaian  besar  lahan pertanian pada kecamatan Kalipare  didominasi  oleh lahan tadah hujan.

Latar Belakang

  1. Kalipare di  dominasi oleh lahan tanah hujan sehingga  petani  di Kalipare  hanya  bisa panen  satu  kali  dalam satu tahun
  2. Mata pencarian masyarakat  kecamatan Kalipare sebagian besar bergantung  pada bidang pertanian
  3. Banyak masa  bero lahan  yang  membuat petani  menjadi  tidak efesien
  4. Petani sering  gagal panen  dengan penanaman padi gogo.
  5. Pertanian konvesional yang seluruh penangan dengan  menggunakan bahan kimia.
  6. Generasi muda banyak yang meninggalkan pekerjaan  sebagai petani  karena  dinilai secara  ekonomis  tidak menghasilkan.

Inovasi

Membuat  teknolgi menanam padi pada lahan tadah  hujan  yang  organik dan  juga  mendapatkan hasil  sampingan  ikan  air tawar (nila dan lele). Serta memberdayakan kelompok  pemuda  desa.

Proses 

  1. Petani melakukan  trial error  pada  lahan  dekat rumah  dengan  luasan 1×1  pada  percobaan tersebut petani berhasil panen  dengan mendapatkan  ikan  dan beras sebanyak 0,5 Kg
  2. Petani mendatangi desa dan menceritakan hasil trial error
  3. Pemerintah  desa melakukan  pelatihan kepada  pemuda  desa dan  membentuk kelompok tani
  4. Pemerintah desa mengalokasikan  dana desa sebesar ……. untuk mendukung  teknologi mina  padi  pada  lahan tadah hujan

Pelaku 

Petani  inovatif  desa Sukowilangun

Pendanaan

Dana  pribadi  dan  dana desa  Sukowilangun Kecamatan Kalipare

Hasil 

  1. Petani padi  dapat menanam  padi  pada musim  kemarau  dan penghujan
  2. Petani  dapat  memanen 2 hasil sekaligus yakni padi dan ikan
  3. Petani  mengeluargan usaha  tani  yang  lebih sedikit  karena menggunakan  unsur hara  organik  dan penangan  hama menggunakan  rantai makan  alami  namun sesekali  masih diberikan  perlakuan kimia  bila  dinilai kerusakan  telah
  4. melampaui  ambang batas ekonomi
  5. Dengan adanya inovasi ini  mendorong peningkatan perekonomian petani
  6. Adanya  ketertarikan pemuda  untuk  bekerja di bidang pertanian

 

Pembelajaran 

Desa  dapat  mendorong seluruh  petani  padi  untuk melakukan adopsi inovasi teknologi Mina Padi pada Lahan Tadah Hujan

Rekomendasi

  1. Perlu keberlanjutan dalam  meningkatkan memapuan  dan kapsitas  petani .
  2. Perlu adanya dorongan dari semua pihak untuk keberlanjutan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here