Nyladran: Tantangan di Era Globalisasi

0
79

Ringkasan:

Merawat dan melestarikan budaya lokal sebagai akar kebudayaan atau karekter rakyat Indonesia. Pelestarian budaya lokal di tengah-tengah kehidupan yang menglobal Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan menjadikan budaya translokal

Latar Belakang:

Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan mempunyai jumlah penduduk sekitar 3.722 jiwa. Kondisi desa masih lekat dengan kekeluargaan, guyub dan rukun karena diyakini bahwa nenek moyang mereka sama atau keturunan satu darah, berasal dari keraton Solo. Sehingga dalam pelaksanan tradisi bersih desa masih kental dengan adat Solo. Ritual adat mereka berbentuk Nyladran, Suroan, Jum’at Legian, Nglampet, Metik Wiwit, Nyekar Jiaroh dan ruwah rosul. Nah, dari situlah identitas desa Gunungronggo sebagai desa adat yang dipangku oleh lembaga adat.

Inovasi:

  • Memberikan kesadaran kolektif terhadap pemeliharan adat lokal.
  • Melestarikan dengan mengajari generasi muda untuk sadar tradisi.
  • Menciptakan komunitas kursus gamelan dan tarian adat pada anak-anak.

Proses:

  • Sudah adanya kebijakan dari desa berupa SK lembaga adat.
  • Bersih desa setiap tahun di laksanakan, namun belum masuk dalam program desa.
  • Memberikan kesadaran pada anak-anak untuk belajar tarian lokal.
  • Memberikan manfaat secara moral, dan mengeratkan suasana kekeluargaan. 

Pembelajaran:

  • Hikmah yang dapat dipetik memberikan pelajaran moral dan kesadaran kolektif di tengah kepungan budaya luar (globalisasi).
  • Desa lain atau masyarakat luas bisa belajar tentang tarian tradisional dan gamelan.

Rekomendasi:

  • Kemunitas kursus bisa di anggarkan dalam pembelian alat- alat tradisional.
  • Sosialisasi kesadaran tentang pentingnya tarian tradisional dan yang didukung pemerintah desa.

Kontak informasi:

Surahmat (ketua TPID)    : 085105117125

Mulyanto (Kepala Desa)   : 081333164850

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here