Sungaiku Harapanku

0
101

Latar Belakang:

Keberadaan sungai di Desa Codo, Kecamatan Wajak, menjadi sarana utama pertanian. Masalahnya, aliran sungai sering mampat karena tersumbat tumpukan sampah. Para pemuda yang memiliki waktu luang, membuat gagasan untuk membersihkan sungai, tetapi juga berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan.

Masalah dan gagasan tersebut, memunculkan program pemeliharaan ikan karamba dengan sistem zig-zag. Keramba membuka peluang ekonomi, sistem zig-zag agar aliran sungai tetap lancar.

Proses:

Seorang pemuda bernama Wahyu, dan teman-temannya memanfaatkan aliran sungai untuk sarana media pemeliharaan ikan karamba, dengan tidak mengubah fungsi sungai sebagai irigasi. Mereka membersihkan sungai dari tumpukan sampah, dan membuat percontohan karamba sistem zig-zag.

Selanjutnya terbentuklah kelompok pemelihara ikan karamba. Untuk mengembangkannya, kelompok pemelihara ikan karamba musyawarah dengan Pemerintah Desa Codo. Pemerintah desa mendukung dan memfasilitasi pembuatan hingga pemasangan karamba serta penyediaan bibit ikan.

 

Inovasi:

Memperlancar aliran sungai irigasi dengan pemeliharaan ikan karamba sistem zig-zag. Kegiatan dengan tujuan kebersihan dan kelancaran aliran sungai, tetapi juga berdampak pada penghasilan ekonomi.

 

Hasil:

Aliran sungai terawat, lingkungan bersih dan sehat serta terciptanya lapangan pekerjaan baru bagi kaula muda.

 

Pembelajaran:

Permaslahan sampah di sungai yang banyak terjadi di setiap wilayah, dapat ditangani dengan kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat.

 

Rekomendasi:

Kegiatan karamba zig-zag menjadi kegiatan desa yang dibiayai APBDes.

 

Kontak:

@TPID Wajak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here