Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dworowati Desa Ngabab

0
95

Ringkasan:

TPST Dworowati, adalah tempat kegiatan pengolahan sampah rumah tangga dan sisa pakan ternak yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Ngabab, untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup.

Dari proses tersebut, di hasilkan produk pupuk organik. Selain itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi rumah tangga miskin, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

 

Latar Belakang:

Sampah adalah permasalahan yang kompleks baik di kota ataupun di desa. Selain mengganggu kesehatan, sampah juga menimbulkan pencemaran lingkungan. Berawal dari banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah, Pemerintah Desa Ngabab, berinisiatif untuk membuat TPST, yaitu badan khusus yang menangani sampah serta pengolahannya sampai menjadi pupuk organik.

 

Inovasi:

Untuk mengubah permasalahan sampah menjadi bermanfaat bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat, Desa Ngabab membangun TPST. Operasional TPST menghasilkan pupuk organik, dan komoditi sampah anorganik.

Proses:

Warga masyarakat mengumpulkan sampah di rumah masing-masing, baik sampah dari rumah tangga maupun limbah pakan ternak. Selanjutnya petugas TPST mengambil sampah dan dibawa ke TPST, setelah itu di lakukan pemilahan sampah organik dan anorganik.

Sampah organik selanjutnya di fermentasi kurang lebih 25 hari dengan menggunakan EM 4 dan tetes. Setelah itu dilakukan perajangan atau pencacahan dengan mesin cooper. Tahap selanjutnya dilakukan pengayaan untuk memisahkan pupuk yang sudah jadi dengan sampah plastik. Tahap terakhir yaitu sampah di kemas sesuai dengan kebutuhan.

Sampah anorganik seperti botol, plastik, minuman dan logam di jual ke tengkulak, sedangkan residu dibuang ke TPA Singosari, dan TPA Tumpang.

 

Hasil atau Capaian:

Lingkungan menjadi bersih dan indah, sungai untuk aliran irigasi menjadi lancar. menghasilkan pupuk kompos untuk pertanian yang ramah lingkungan. dan dapat mengurangi jumlah pengangguran terutama Rumah Tangga Miskin

 

Pembelajaran:

Pengolahan sampah di TPST menjadi sarana edukasi kepada masyarakat dan dunia pendidikan, tentang betapa pentingnya untuk menjaga kebersihan lingkunngan, serta dapat dijadikan study banding dari manapun yang ingin belajar mengolah sampah.

 

Rekomendasi:

Sampah anorganik seperti plastik dapat di daur ulang untuk di jadikan peralatan rumah tangga. Dalam hal ini di harapkan adanya pelatihan tentang daur ulang sampah, dan alat-alat yang digunakan untuk proses tersebut. Sehingga sampah anorganik bisa menjadi nilai ekonomi yang tinggi

 

Pelaku:

Pengelola TPST adalah lembaga struktural yang di bentuk oleh Pemerintah Desa Ngabab, melalui surat keputusan kepala desa.

 

Pendanaan:

Dana operasional TPST dari dana desa sebesar Rp9.500.000 setiap bulan, retibusi warga sebesar Rp2.000.000 s/d Rp3.000.000 setiap bulan. Serta hasil penjual pupuk organik dan botol  bekas minuman.

 

Kontak Informasi:

Bahrudin (085334412160)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here