Tubo Art Space “Cosplay”

0
91

Latar Belakang:

Awalnya, Serma, panggilan akrab dari Usman Iskandar, mengajak teman sebaya dan mengumpulkan anak anak, serta remaja yang berada diseputaran dusun Tubo desa Purwosekar untuk bergabung berkarya seni. Mulai dari seni lukis, mengukir kayu, hingga mengukir spon yang sering dipakai sebagai bahan baku pembuatan sandal. Mereka menamakan sanggarnya Tubo Art Space (TAS).

Potensi tersebut berkembang menjadi kreasi berbagai karya seni. Salah satu kreasi yang menonjol cosplay untuk costum carnival berbahan spon, sebuah karya seni trans-kontemporer.

Inovasi:

Pembelajaran dan kreasi “WAYANG METAFORA” dalam komunitas seni di masyarakat perdesaan.

Proses:

  • Pada 2015, 4 orang yaitu Serma, adi nugroho, Robet, dan Guntoro, berkumpul di Karang taruna dan berdiskusi. Berawal dari keprihatinan tentang pemuda di desa Purwosekar yang memiliki kreatifitas tetapi tidak ada ruang untuk menyalurkan bakatnya. Mereka berinisiatif membangun sebuah sanggar walaupun dengan keterbatasan anggaran. Mereka bersemangat mewujudkan sanggar tersebut.
  • Produk pertama adalah lukisan realis tentang kehidupan desa bertema panen padi, sungai, dan lain-lain.
  • Karya lukis yang mereka hasilkan diterima baik oleh penikmat seni baik domestik maupun mancanegara.
  • Hasil dari penjualan karya seni disisihkan untuk pelukis dan untuk operasional sanggar, serta pengembangan kegiatan sanggar
  • Sanggar terus mengembangkan kreasi yang lain dan menghasilkan produk ukiran kayu, dekorasi pernikahan, asbak, home interior dekorasi. Ukir kayu ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga sanggar berinovasi pada media yang lain.
  • Kebutuhan costum pada saat acara karnaval menjadi momentum yang tepat untuk menciptakaan kreasi seni kontemporer, karena TAS berhasil mengkombinasikan tema budaya dengan karakter anime monster, sehingga tercetuslah wayang metafora.
  • Hingga 2018 sanggar memiliki kas kurang lebih sebesar 20 jt.

Hasil:

Hampir setiap event carnaval. Tubo Art Space mendapatkan uang sewa costum carnaval. Sesuai dengan tema. Saat ini sudah mampu melayani 100 costum sesuai tema.

Pembelajaran:

  • Potensi kreativitas Pemuda apabila disalurkan sesuai dengan bidangnya akan membawa dampak positif bagi pribadi-pribadi, komunitas, maupun desanya.
  • Dengan adanya wadah ini, akan membawa pengaruh yang kuat pada anak-anak untuk mengembangkan imajinasi dan keberanian mewujudkan imanijasinya menjadi sebuah produk yang dapat dinikmati orang lain.
  • Menangkap nilai ekonomi dari euforia Carnaval. Dan meningkatkan pertumbuhan masyarakat ekonomi kreatif. Paling tidak mengurangi angka pengangguran di desa.
  • Rekomendasi
  • Perlunya menjalin hubungan kelembagaan, baik dengan Karang Taruna maupun organisasi kepemudaan yang lain.
  • Perlunya pembinaan managemen keuangan dan tata kelola kelembagaan menyangkut administrasi.

Pelaku:

Karang Taruna-Komunitas Tubo Art Space

Pendanaan:

Swadaya dan Pihak Ketiga

Kontak Informasi:

Serma                          : https://www.facebook.com/oesman.iskandar

Linda (Kepala Desa)   : 082257141890

Surahmat (TPID)        : 085105117125

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here